konsultan pajak

Pengertian, Contoh dan Tujuan Studi Kelayakan Bisnis yang Wajib Kamu Ketahui

85 / 100

Ketika berniat untuk mendirikan sebuah bisnis, ide cemerlang saja tidak cukup untuk membuat bisnis tersebut sukses. Ada berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan salah satunya yaitu membuat studi kelayakan bisnis. Meski penting untuk dilakukan, namun banyak pengusaha yang sering mengabaikan studi kelayakan ini.

Rekomendasi : Jasa Konsultan Pajak Terbaik dan Profesional

Akibatnya, beberapa upaya yang dilakukan terkadang menemui jalan buntu atau bahkan gulung tikar. Studi kelayakan bisnis adalah salah satu metode untuk mengukur kesiapan Anda untuk memulai bisnis. Memulai bisnis tanpa persiapan seperti pergi berperang tanpa senjata.

Apa itu Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan atau studi kelayakan usaha adalah suatu kegiatan yang isinya mengkaji secara mendalam tentang kegiatan usaha atau usaha yang akan dilakukan untuk menentukan layak atau tidaknya suatu usaha untuk dijalankan dari berbagai aspek yang mendukung usaha tersebut. Tujuan utama dilakukannya studi kelayakan usaha ini adalah untuk mengukur apakah usaha tersebut dapat berjalan sesuai harapan atau terhenti di tengah jalan.

Baca Juga : Apa Itu Konsultan Pajak? Berikut Ini Penjelasannya Beserta Fungsi, Tugas dan Ujian Sertifikasinya

Memang ada beberapa pebisnis yang tidak menggunakan studi kelayakan bisnis dalam memulai bisnis. Namun perlu melihat kembali latar belakang mereka, yang pastinya para pebisnis yang sudah berpengalaman dan memiliki naluri bisnis yang kuat.

Jadi bagi Anda yang baru memulai atau sudah gagal dalam menjalankan bisnis, sepertinya Anda perlu melakukan studi kelayakan bisnis baik itu untuk bisnis skala kecil atau bisa juga untuk bisnis skala besar.

Contoh Studi Kelayakan Bisnis

Dalam studi kelayakan bisnis, ada beberapa aspek yang perlu Anda tinjau, tetapi setiap bisnis akan memiliki aspek yang berbeda tergantung pada kebutuhan Anda. Berikut adalah aspek-aspek studi kelayakan bisnis:

  1. Aspek legalitas
  2. Aspek ekonomi
  3. Aspek budaya
  4. Aspek manajemen
  5. Aspek lingkungan
  6. Aspek pemasaran
  7. Aspek teknis dan teknologi
  8. Aspek finansial
  9. Aspek sumber daya manusia

Tujuan Melakukan Studi Kelayakan Bisnis

Tujuan utama studi kelayakan bisnis adalah untuk menilai peluang proyek bisnis, apakah proyek tersebut layak dilanjutkan atau tidak. Jika proyek tersebut memang layak untuk dilanjutkan, maka upaya yang perlu dilakukan untuk melindungi Anda dari risiko kerugian dapat ditentukan.

Studi kelayakan bisnis yang mendalam bahkan dapat membantu Anda menjalankan elemen penting bisnis Anda seperti pemasaran. Sebab, penelitian ini memberikan gambaran tentang situasi bisnis yang akan Anda hadapi nantinya.

Aspek Penting dalam Studi Kelayakan Bisnis

Aspek Manajemen

Aspek studi kelayakan bisnis yaitu aspek manajemen. Aspek yang satu ini berkaitan dengan operasional bisnis, mulai dari tahap pengembangan hingga pengembangan. Bisa dibilang, ini adalah aspek yang memiliki cakupan terluas.

Aspek Keuangan

Setiap bisnis membutuhkan modal untuk menjalankannya. Oleh karena itu, aspek keuangan merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan suatu proyek bisnis. Selain permodalan, studi kelayakan bisnis juga membahas arus kas dan perkiraan laba.

Aspek Hukum

Aspek hukum membahas tentang persyaratan hukum yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Apakah ada kemungkinan sistem akan melawan hukum? Jika ya, bagaimana solusinya, dan jika tidak, apa yang harus disiapkan agar bisnis Anda legal dan legal di mata hukum.

Aspek Pasar dan Pemasaran

Tanpa pelanggan, mustahil sebuah bisnis dapat berjalan. Maka tidak heran jika pasar dan pemasaran juga menjadi aspek studi kelayakan bisnis. Dalam aspek ini yang dinilai adalah potensi pasar, segmentasi pasar, perkiraan jumlah konsumen yang dapat diperoleh, daya beli pasar sasaran, hingga situasi persaingan usaha.

Aspek Ekonomi dan Budaya

Terakhir, aspek studi kelayakan bisnis adalah aspek ekonomi dan budaya. Aspek ini menyoroti bagaimana peran bisnis di lingkungan sekitar mereka, apakah bisnis memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar atau merugikan.

Tahapan Studi Kelayakan Bisnis

Menemukan Ide untuk Pengembangan Bisnis

Cobalah untuk menggambarkan ide bisnis Anda dengan jelas. Jika awalnya hanya perkiraan kasar, coba tambahkan detail untuk membuat gambar lebih konkret. Anda bisa memulainya dari sebuah masalah yang ada di masyarakat. Produk yang akan Anda jual adalah solusi dari masalah tersebut.

Analisis Awal

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis pendahuluan. Coba perhatikan bagaimana bisnis akan berjalan nantinya, apa saja kelebihannya, hingga kendala yang mungkin muncul.

Evaluasi

Jika sudah menemukan kelebihan dan kendala yang nantinya akan muncul, kini saatnya mengevaluasi. Ukur dengan cermat, apakah kelebihan yang Anda miliki ini mampu mengatasi potensi hambatan?

Penentuan Kelayakan

Sebuah ide bisnis dikatakan layak jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa keunggulan bisnis Anda melebihi hambatan. Dari sini, Anda dapat mengambil keputusan untuk melanjutkan ide bisnis dan mulai merancang bisnis atau Anda dapat memilih untuk berhenti dan mencari ide lain.

Perencanaan Implementasi

Sudahkah Anda mengambil keputusan untuk memulai bisnis? Sekarang saatnya membuat rencana implementasi. Anda dapat menggunakan hasil studi kelayakan sebagai panduan untuk memulai bisnis Anda.

Penerapan

Sekaranglah saatnya untuk mulai menjalankan bisnis Anda. Semuanya terasa baru, tapi jangan khawatir. Studi kelayakan bisnis yang dilakukan sebelumnya akan sangat membantu. Jangan lupa untuk selalu melakukan evaluasi secara berkala agar kinerja bisnis tetap optimal.

Demikian ulasan tentang Mempelajari Pengertian Beserta Tujuan Studi Kelayakan Bisnis, semoga bermanfaat dan percayakan urusan pajak Anda hanya di jasa konsultan pajak terbaik di Jakarta by Great Performance Consulting.

Tinggalkan Balasan