ekuitas

Pengertian, Jenis dan Tujuan Ekuitas yang Wajib Diketahui, Dibahas Lengkap

75 / 100

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ekuitas adalah sisa kepentingan dalam aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Secara umum, ekuitas dapat didefinisikan sebagai sejumlah hak pemilik perusahaan atas aset perusahaan.

Rekomendasi : Jasa Konsultan Pajak Profesional di Jakarta

Aset adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan sedangkan kewajiban adalah tanggung jawab perusahaan, seperti hutang, yang harus dilunasi atau dilunasi. Setelah hutang dilunasi, nilai aset yang tersisa disebut ekuitas. Ekuitas juga dapat diartikan sebagai kekayaan bersih yang bersumber dari penyertaan pemilik perusahaan dan juga hasil kegiatan usaha perusahaan.

Pengertian Ekuitas Adalah

Apa yang dimaksud dengan ekuitas? Secara umum, definisi ekuitas adalah jumlah sisa hak atau kepentingan pemilik entitas dalam aset entitas setelah dikurangi semua kewajiban di neraca. Pengertian ekuitas juga dapat diartikan sebagai modal atau kekayaan suatu entitas, yaitu selisih antara total aset (aset) dikurangi kewajiban (liabilities).

Jadi, pada prinsipnya ekuitas adalah kekayaan bersih yang berasal dari penyertaan pemilik dan juga dari hasil kegiatan usaha perusahaan. Menurut PSAK (2002) pasal 49, pengertian ekuitas adalah hak sisa atas kekayaan perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Dengan arti lain, ekuitas merupakan perkiraan yang mencerminkan dari porsi hak ataupun kepentingan dari pemilik perusahaan terhadap kekayaan perusahaan.

Jenis-Jenis Ekuitas

Dalam suatu entitas berbentuk perusahaan, ada lima jenis ekuitas. Mengacu pada pengertian ekuitas, jenis-jenis ekuitas adalah sebagai berikut:

Akun Penambah Ekuitas

Akun peningkatan ekuitas dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Laba Ditahan dan Modal Disetor. Kedua akun ini nantinya akan dijelaskan dalam laporan perubahan ekuitas dan merupakan elemen dari peningkatan ekuitas.

Modal disetor

Modal disetor adalah sejumlah uang yang disetorkan oleh pemegang saham. Modal yang disetor dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  1. Modal Saham, adalah jumlah dari nominal saham yang telah beredar.
  2. Agio/Share Disagio, yaitu selisih antara simpanan pemegang saham dengan jumlah nominal saham. Agio merupakan selisih atas nominal, sedangkan untuk Disagio adalah selisih di bawah nominal.

Pendapatan

Pendapatan adalah keuntungan suatu entitas yang menambah nilai bagi perusahaan selama periode pencatatan. Dalam hal ini, pendapatan adalah laba ditahan yang digunakan untuk memperluas entitas sehingga dapat memperbesar aset entitas.

Akun Pengurang Ekuitas

Ini adalah kebalikan dari akun peningkatan ekuitas. Ada dua akun pengurang ekuitas, yaitu pengambilan pribadi dan pengeluaran. Kedua akun pengurang ini akan dinyatakan sebagai pengurang ekuitas dengan saldo nominal pada bagian debet laporan. Jika perseroan sudah berbentuk perseroan, maka private take hanya dapat dilakukan jika disetujui oleh dewan komisaris.

Beban atau Pengeluaran

Beban atau beban adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh entitas untuk kegiatan operasionalnya dalam memproduksi barang atau jasa. Dalam laporan ekuitas beban dan pendapatan tidak dicantumkan secara langsung, tetapi dalam bentuk laba rugi.

Tujuan Ekuitas

Secara umum, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah untuk memberikan informasi kepada pihak yang berkepentingan tentang efisiensi dan pengelolaan manajemen. Tujuan lainnya adalah untuk memberikan informasi tentang sejarah investasi dan prospek pemilik dan pemegang ekuitas lainnya, dan merupakan tanggung jawab hukum pemilik.

Baca Juga : Pengertian, Contoh dan Tujuan Studi Kelayakan Bisnis yang Wajib Kamu Ketahui

Untuk memenuhi tujuan tersebut, informasi yang wajib disampaikan mengenai ekuitas pemegang saham sekurang-kurangnya adalah sumber ekuitas, pembatasan pembagian dan likuidasi dividen, batas perlindungan dan tata cara penyerapan kerugian.

Komponen Ekuitas Pemegang Saham

Ekuitas pemegang saham diklasifikasikan berdasarkan dua komponen terpenting, yaitu modal disetor dan juga laba ditahan. Modal disetor dirinci menjadi modal saham (capital stock) sebagai modal legal dan tambahan modal disetor, dan komponen lain yang mencerminkan transaksi pemilik (misalnya saham treasury atau modal sumbangan).

Tujuan Penyajian Ekuitas

Secara umum, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah untuk memberikan informasi kepada pihak yang berkepentingan tentang efisiensi dan pengelolaan manajemen. Tujuan lainnya adalah untuk memberikan informasi tentang sejarah investasi dan prospek pemilik dan pemegang ekuitas lainnya.

Perbedaan Modal Setoran Dan Laba Ditahan

Laba ditahan pada dasarnya terbentuk dari akumulasi laba yang ditransfer dari akun ikhtisar laba rugi. Setelah laba ditahan ditutup menjadi laba ditahan, maka laba ditahan telah digabungkan menjadi elemen dari  modal pemegang saham yang sah.

Modal disetor, laba ditahan kemudian menunjukkan sejumlah hak dari seluruh jumlah aset. Jadi, agar dapat mengukur semua hak dari pemegang saham atas aset, laba ditahan haruslah digabungkan dengan modal disetor.

Baca Juga : Apa Itu Konsultan Pajak? Berikut Ini Penjelasannya Beserta Fungsi, Tugas dan Ujian Sertifikasinya

Dari perspektif administrasi keuangan, laba ditahan merupakan indikator daya laba, sehingga laba ditahan harus selalu dipisahkan dari modal disetor meskipun jumlah akhir dijumlahkan untuk membentuk ekuitas pemegang saham.

Perbedaan ini juga secara yuridis penting karena modal disetor merupakan dana besar yang harus dijaga untuk menunjukkan perlindungan bagi pihak lain. Dana ini hanya dapat ditarik dalam likuidasi rupiah yang secara sah dapat digunakan untuk pembagian dividen.

Demikian ulasan tentang Penjelasan Mengenai Ekuitas Beserta Jenis dan Tujuannya, semoga bermanfaat dan percayakan urusan pajak perusahaan Anda hanya di jasa konsultan pajak Jakarta terbaik dan profesional.

Tinggalkan Balasan