pajak penghasilan

Ini Dia Pengertian Pajak Penghasilan, Objek dan Cara Menghitung PPh Lengkap!

Salah satu jenis pajak wajib yang dibayarkan setiap warga negara Indonesia yaitu Pajak Penghasilan (PPh). Oleh sebab itu perhitungan dari pajak jenis ini menjadi sangat penting diketahui oleh Anda yang sudah memiliki penghasilan.

Pajak penghasilan sendiri dibebankan kepada seorang yang sudah memiliki penghasilan dan diatur dalam undang-undang mengenai PPh. Disebutkan bahwa orang yang terkena pajak PPh adalah semua bentuk dari penghasilan termasuk tunjangan, upah, gaji, honorarium dan pembayaran lain yang berhubungan dengan kegiatan, jasa, jabatan atau sebuah pekerjaan.

Objek Yang Dikenakan Pajak Penghasilan

Objek dari pajak PPh yaitu penghasilan, yang berarti setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima oleh wajib pajak baik berasal dari Indonesia maupun luar negeri.

Objek yang dikenakan PPh yaitu yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan seorang wajib pajak yang bersangkutan, dengan bentuk apapun. Walaupun demikian, terdapat beberapa jenis penghasilan yang bukan menjadi objek pajak penghasilan, diantaranya yaitu :

  1. Yang bukan objek PPh  yang pertama adalah harta hibahan dengan ketentuan yang diatur dengan atau berdasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan. Sepanjang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, kepemilikan, usaha atau penguasaan pada pihak yang bersangkutan.
  2. Sumbangan atau bantuan, hal ini juga termasuk pada zakat dan sumbangan keagamaan lainnya yang ketentuannya juga diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah.
  3. Penghasilan lain sebagaimana yang tertera pada undang-undang (UU) pajak penghasilan.
  4. Imbalan atau penggantian yang sehubungan dengan jasa atau pekerjaan dalam bentuk natura atau kenikmatan dari pemerintah atau wajib pajak. Apabila diberikan oleh yang bukan wajib pajak atau tertentu yang akan menjadikannya penghasilan.

Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh)

Cara perhitungan pajak penghasilan sendiri berguna bagi wajib pajak dalam proses melakukan pelaporan pajak.

Perhitungan PPh sendiri dihitung berdasarkan besar upah yang diterima seseorang, dalam kata lain semakin besar upah maka semakin tinggi pajak yang dikenakan oleh orang tersebut. Dibawah ini merupakan cara menghitung pajak PPh.

  1. Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang kurang dari Rp 50.000.000 dikenakan tarif pajak sebesar 5%
  2. Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang diantara dari Rp 50.000.000 – Rp 250.000.000 dikenakan tarif pajak sebesar 15%
  3. Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang diantara dari Rp 250.000.000 – Rp 500.000.000 dikenakan tarif pajak sebesar 25%
  4. Pengusaha Kena Pajak (PKP) diatas Rp 500.000.000 akan dikenakan tarif pajak sebesar 30%

Untuk langkah selanjutnya pada perhitungan pajak penghasilan yaitu dengan mengalikan antara Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang sudah didapat dengan persentase yang sesuai dengan ketentuan. Hasil dari perkalian tersebut merupakan PPh yang wajib dibayarkan dalam masa periode satu tahun.

Perhitungan PPh Bersih Selama Setahun

Untuk besaran dari penghasilan sendiri tidak hanya berupa upah maupun gaji saja, melainkan juga dari hasil tunjangan-tunjangan yang Anda terima. Semua penghasilan yang Anda terima dalam setahun ini biasa disebut dengan penghasilan kotor.

Sementara, perhitungan dari pajak penghasilan atau PPh ini dikenakan pada penghasilan bersih yang akan diterima oleh seseorang dalam kurun waktu satu tahun. Sebelum melakukan perhitungan pajak penghasilan, Anda terlebih dahulu perlu mengetahui dulu jumlah penghasilan bersih yang diterima dari tempat bekerja dalam waktu satu tahun.

Penghasilan bersih sendiri dihitung dari penghasilan bruto yang dikurangi dengan biaya untuk menagih, mendapatkan dan juga memelihara penghasilan. Di dalamnya juga termasuk dalam biaya hutang, pensiun dan kredit bank jika Anda memilikinya.

Kesalahan Dalam Menghitung Pajak Penghasilan (PPh)

Perhitungan PPh sebenarnya mudah dilakukan, akan tetapi kesalahan mendasar yang sering terjadi dalam menerapkan cara menghitung pajak penghasilan membuat hal ini menjadi terlihat sedikit rumit.

Dengan demikian, penting untuk Anda menghindari setiap kesalahan yang terjadi saat melakukan perhitungan PPh. Berikut ini beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan saat melakukan perhitungan pajak penghasilan.

1. Tidak Melakukan Perhitungan Sesuai Ketentuan

Seorang karyawan yang memiliki penghasilan kena pajak senilai Rp 55.000.000 dikenakan pajak sebesar 10%. Otomatis, akan terjadi kesalahan dalam menghitung karena tidak mengikuti ketentuan sebagai mestinya yang ada pada PPh Pasal 17.

Dalam hal ini penting untuk kita mengetahui pedoman terbaru mengenai besaran tarif pajak yang dikenakan atas penghasilan kena pajak.

2. Lupa Untuk Memasukkan Biaya Jabatan

Biaya jabatan merupakan hal yang paling umum bagi karyawan BUMN/Swasta/PNS. Biaya jabatan adalah biaya yang ada untuk menagih, mendapatkan dan juga memelihara penghasilan.

Biaya jabatan ini termasuk dalam unsur yang penting dalam menghitung pajak penghasilan tadi. Besarannya adalah 5% dari pendapatan bruto. Jika tidak diikut sertakan, hasil perhitungan pajak tadi menjadi tidak tepat.

3. Salah Dalam Memilih Penghasilan Yang Tidak Kena Pajak

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan istilah yang mungkin jarang terdengar oleh peserta wajib pajak. Bahkan beberapa diantaranya masih bingung dalam memahami PTKP.

PTKP merupakan jumlah penghasilan yang tidak dikenakan pajak penghasilan, sehingga para peserta wajib pajak yang penghasilannya setara PTKP atau di bawahnya maka tidak perlu membayar pajak PPh. Besaran dari PTKP ini diibaratkan dengan besaran kebutuhan pokok kita selama satu tahun penuh.

Oleh karena itu, pemerintah tidak memberikan beban kita terhadap pajak. Namun ketika ada kesalahan dalam mengisi formulir PTKP atau kesalahan saat menghitung PTKP, maka para wajib pajak bisa dikenakan PPh. Tentunya jika sudah begini pasti salam dalam cara menghitung pajak penghasilan atau PPh.

Itulah pembahasan kali ini mengenai PPh semoga bermanfaat dan bagi Anda yang memerlukan konsultasi pajak maka bisa menghubungi kami melalui halaman ini untuk mendapatkan konsultasi pajak oleh tim yang profesional.

Tinggalkan Balasan