faktur pajak

Pengertian, Jenis, Fungsi dan Cara Membuat Faktur Pajak Lengkap

79 / 100

Faktur pajak merupakan salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan dalam dunia perpajakan. Tahukah Anda apa itu Faktur Pajak? Karena sebagai wajib pajak yang baik Anda harus memahami apa itu Faktur Pajak yang penting untuk digunakan dalam pembayaran pajak, maka kami telah menyiapkan beberapa informasi penting yang perlu Anda ketahui tentang pengertian Faktur Pajak, jenisnya, dan fungsinya di bawah ini.

Apa Itu Faktur Pajak?

Faktur Pajak merupakan bukti dari pungutan pajak yang dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) ataupun penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP). Sebelumnya Kledo harus tahu apa itu PKP. Masih mengutip dari situs Tax Online, PKP (Pengusaha Kena Pajak) adalah badan usaha atau perusahaan atau pengusaha yang menyerahkan Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang dikenai PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

Baca Juga : Begini Cara Cek Pajak Kendaraan Bermotor Secara Online, Mudah dan Cepat!

PKP harus dikukuhkan terlebih dahulu oleh DJP (Direktorat Jenderal Pajak) dengan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Dengan menjadi Pengusaha Kena Pajak, setiap barang atau jasa yang dijualnya menjadi objek PPN yang dikenakan biaya pajak selain harga pokok.

Untuk setiap transaksi penjualan barang dan atau jasa, PKP wajib menerbitkan faktur yang menjadi bukti bahwa pengusaha telah memungut PPN dari pembeli barang dan atau jasa yang dijualnya. Tidak hanya penjualan barang atau jasa, tetapi setiap penyerahan barang atau jasa. Artinya, mencakup ekspor Barang Kena Pajak tidak berwujud (BKP) dan ekspor Jasa Kena Pajak (JKP).

Setelah memungut PPN dari orang yang telah membeli barang atau jasa, PPN harus disetor dan dilaporkan sebagai bagian dari kewajiban sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Laporan ini disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak secara mandiri. Hal ini dimaksudkan agar Pengusaha Kena Pajak transparan di bidang perpajakan, dan tidak terjadi penghindaran pajak.

Jenis Faktur Pajak

Faktur Pajak Masukan

Faktur Pajak Masukan adalah faktur yang diperoleh PKP pada saat pembelian barang dan atau jasa dari PKP lain. Dalam hal ini PKP yang menjadikan penjual barang dan atau jasa sebagai pihak yang melakukan penyerahan barang atau jasa.

Faktur Pajak Keluaran

Faktur Pajak Keluaran adalah faktur yang dibuat oleh pengusaha pada saat menjual barang atau jasa, serta barang yang tergolong barang mewah.

Faktur Pajak Pengganti

Faktur Pajak Pengganti adalah Faktur yang menggantikan Faktur yang diterbitkan sebelumnya. Biasanya invoice pengganti dikeluarkan karena ada kesalahan pengisian, sehingga harus dikoreksi agar sesuai dengan keadaan sebenarnya. Apabila tidak diperbaiki, maka Pengusaha Kena Pajak yang dirugikan karena akan dikenakan denda pada saat diperiksa oleh pemeriksa dari Kantor Pelayanan Pajak. Untuk kesalahan pengisian NPWP, faktur harus dibatalkan.

Faktur Pajak Gabungan

Adalah faktur yang dibuat oleh PKP yang menggabungkan sebagian atau seluruh penjualan barang dan atau jasa, dalam periode yang sama.

Faktur Pajak Digunggung

Adalah faktur yang tidak berisi informasi seperti faktur biasa. Misalnya hanya ada identitas pembeli, nama dan tanda tangan penjual. Faktur ini hanya dapat dibuat oleh Pengecer PKP.

Faktur Pajak Cacat

Faktur yang diisi tidak lengkap, tidak jelas, informasi tidak benar, dan/atau tidak ditandatangani, dianggap sebagai faktur cacat. Selain itu, faktur yang berisi kesalahan dalam memasukkan kode dan nomor seri disebut juga faktur cacat. Faktur yang rusak dapat diperbaiki dengan membuat faktur pengganti.

Faktur Pajak Batal

adalah tagihan yang batal karena pembatalan transaksi, bisa dari penjual atau pembeli barang dan atau jasa. Faktur juga harus dibatalkan apabila terjadi kesalahan dalam pengisian NPWP, tidak hanya menerbitkan faktur pengganti.

Fungsi Faktur Pajak

Faktur Pajak sangat berguna untuk PKP. Dengan adanya Faktur Pajak, PKP mempunyai bukti jika PKP telah melakukan penyetoran, pemungutan dan pelaporan SPT Masa PPN yang sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku. Faktur pajak dapat diperbaiki. Jadi jika PKP melakukan kesalahan dalam proses pengisian, maka PKP bisa melakukan koreksi.

Formulir Faktur Pajak dan Cara Membuat Faktur Pajak Manual

Faktur Pajak Standar

Faktur Pajak Standar adalah Faktur Pajak yang sekurang-kurangnya memuat informasi sebagai berikut:

  1. Nama, alamat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang mengajukan BKP/JKP
  2. Nama, alamat, beserta NPWP pembeli atau penerima BKP/JKP
  3. PPN dipungut
  4. PPnBM dikumpulkan
  5. Kode, nomor seri beserta tanggal pembuatan dari Faktur Pajak
  6. Nama, jabatan, sekaligus tanda tangan yang berhak untuk menandatangani Faktur Pajak

Faktur Pajak Sederhana

  1. Dilakukan dalam hal penyerahan BKP/JKP dilakukan oleh konsumen akhir, pembeli penerima BKP/JKP yang tidak diketahui nama atau alamat dan NPWPnya.
  2. Pembuatannya pun tidak dibutuhkan izin dari siapapun
  3. Berupa kwitansi kas, faktur penjualan, tiket, kwitansi, mesin kasir, dan sejenisnya
  4. Paling sedikit mencantumkan nama, alamat dan NPWP pembuat, jenis dan besaran BKP/JKP, harga penyerahan termasuk PPN atau tertulis tersendiri, tanggal pembuatan Faktur Pajak
  5. Dibuat rangkap dua, atau lembaran-lembaran dengan sisa berupa potongan/bagian dari Faktur Pajak sederhana yang diserahkan kepada pembeli potongan/penerima jasa, seperti pada umumnya dengan tiket.

Demikian ulasan tentang Pengertian, Jenis dan Fungsi Faktur Pajak, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk percayakan urusan pajak Anda ke kantor konsultan pajak terpercaya di Jakarta, urusan pajak Anda jadi beres.

Tinggalkan Balasan